Selasa, 18 Oktober 2011
Menristek Suharna Sudah Berpamitan
Artikel Terkait PKS Tentukan Sikap Setelah Pengumuman PPP Bantah Djan Faridz Gagal Jabat Menpera Presiden Terima Pimpinan Standard Chartered Berth Kambuaya Datang ke Istana Mensos Salim Segaf Belum Ditelepon Istana 18/10/2011 18:56 Liputan6.com, Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna ternyata sudah berpamitan dengan para stafnya, Selasa siang (18/10) sebelum sholat Dzuhur. Usai berpamitan dan melanjutkan sisa pekerjaannya, Suharnapun pulang menggunakan mobil pribadi.
"Beliau datang secara khusus ke setiap lantai. Suatu jabatan adalah amanah, tiap saat bisa selesai. Pesan ke humas adalah bekerja profesional dan sebisa mungkin dengan menteri baru bisa menggigit dan bisa beri perhatian pada apa yang diminta jawaban," kata Kepala Divisi Humas Kementrian Riset dan Teknologi Wawan Wahyu, saat ditemui oleh beberapa wartawan di kantornya, Selasa.
Menurut wawan, sebagai pegawai negeri sipil (PNS), perombakan kabinet di tubuh pemerintahan yang menyangkut pimpinannya tidak akan mengubah kinerjanya. Lantaran, sudah ada kebijakan-kebijakan yang telah dijalaninya. "Beliau bilang hanya pindah nakoda karena semuanya sudah tersedia seperti undang-undang dan lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut Wawan mengatakan, sebagai seorang politisi, Suharna telah merasakan jika jabatannya akan dicopot oleh Presiden. Dia mengaku sempat mempertanyakan keputusan sang menteri untuk pamitan meskipun belum ada keputusan resmi dari Presiden SBY.
"Bagaimanapun seorang politikus harus sudah mengerti dan harus siap. Beliau seorang pendidik, punya Yayasan Nurul Fikri. Ditawari Dubes juga tidak mau. Beliau memberikan falsafah, Pak Wawan kalau naik lift harus siap jika lift itu mati dan turun tiba-tiba," paparnya.
Menurut Wawan, sosok Suharna adalah salah satu orang terbaik di antara menteri-menteri yang lainnya. Dia melihat menteri asal PKS itu sangat legowo, dan tidak pernah menunjukan amarahnya didepan para bawahannya. "Dia manusia terbaiklah menurut saya. Banyak senyum dan tak pernah tunjukan kemarahan dan sangat sederhana," terangnya.
Wawan menjelaskan, dirinya belum mendapatkan bocoran terkait pergantian pemimpinnya tersebut. Namun, ketika dirinya membaca berita dari beberapa media, yang menyebutkan penggantian pimpinannya tersebut adalah Kambuaya yang merupakan Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua.
"Ada kan di media sudah dikasih tau bocorannya. Dari Univiversitas cendrawasih yakni rektornya. Tunggu aja pengumuman entar jam 8 (malam)," tukasnya. (ADM).
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya... Share Tweet
Email This To Friend Print This Document Bookmark Delicious Digg reddit " onclick
View the Original article
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar